Rabu, 10 Januari 2018

Seminar internasional

SEMINAR  PENDIDIKAN INTERNASIONAL
Oleh : Desi Diana,M.Pd

Pendidikan sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Berbagai penelitian dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak dana dikeluarkan untuk melakukan pelatihan dan seminar, sehingga para guru memiliki keterampilan mengajar yang baik. Guru sebagai pelaku pendidikan diharapkan memiliki kompetensi sebagai guru profesional. Harapannya guru tersebut dapat membuat siswa binaannya menjadi generasi muda yang berkompetensi dari segi kognitif, sikap dan psikomotorik.

Seminar dan pelatihan bagi guru menjadi hal yang sangat penting. Pemerintah indonesia melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) melakukan banyak pembinaan terhadap guru. Salah satu kegiatan tersebut adalah seminar pendidikan internasional yang dilaksanakan di gedung A  plaza insan berprestasi kemendikbud Jakarta. Acara dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 18 desember 2018.  Kegiatan ini terlaksana karena kerjasama antara SEAMEO,SEAMEO regional center for qittep in mathematitics, SEAMEO qitep in science, Kemendikbud, IPB dan innovation for indonesia’s school children australia indonesia partnership (INOVASI).

Fostering young cretive talents through integrative thinking menjadi tema seminar internasional. Melalui kegiatan ini diharapkan para pendidik terutama guru melakukan pembelajaran yang meningkatkan kreatifitas dan berpikir kritis siswa yang lebih di kenal dengan kompetensi abad 21. Pembelajaran tidak hanya mementingkan aspek kognitif sampai level tiga yaitu menerapkan tetapi sampai level 5 yang dikenal berpikir tigkat tinggi.
Peserta seminar internasional berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengikuti kegiatan ini dengan cara melakukan pendaftaran  secara online. Peserta yang berhak mengikuti kegiatan akan mendapatkan pemberitahuan melalui email masing-masing. Selain guru, peserta lainnya yang mengikuti kegiatan ini ada yang berprofesi dosen, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Jumah peserta sekitar 340 dari 400 peserta yang dinyatakan berhak mengikuti kegiatan. Meskipun libur mereka sangat antusias mengikuti setiap kegiatan dalam acara ini.

Pukul 08.00 kegiatan sudah dimulai dengan pendaftaran ulang peserta. Kegiatan selanjutnya jam 08.30 diisi dengan penampilan siswa SMK Negeri 6 Jakarta yang melakukan tari tradisional khas betawi yang  berjudul “ Goyang greget”.
Pembukaan kegiatan seminar internasional berlangsung dari pukul 08.40 sampai 09.30 yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya. Kemudian dilakukan pemutaran video persentation of SEAMEO of color, sambutan dari Ir. Dadang Sudiyarto,M.A selaku sekertaris dari devisi penelitian dan pengembangan (Balitbang Kemendikbud). Pembukaan acara dilakukan oleh ir. Totok Suprayitno,Ph.D selaku kepala balitbang, kemudian dilakukan sesi foto bersama. Pukul 09.30-10.00 dilakukan istirahat sejenak untuk menikmati makanan ringan.
Acara inti dimulai pukul 10.00 samapi pukul 12.00. Kegiatan diawali dengan kegiatan graund launcing Balitbang website yang dibawakan oleh Ir Totok Suprayitno,Ph.D dan tim web development. Pukul 10.15 kegiatan diisi dengan persentasi sesi satu oleh Dr. Gatot Hari Priowirjanto selaku direktur SEAMEO sekretariat Thailand. Moderator pada persentasi sesion satu ini adalah Ir, Meuthia rachmaniah,MSC dengan tim perumus Amaliah Fitriah dan Suprananto.

Persentasi ke dua dibawakan oleh Mr Toshinobu Hatanaka dari Toho University, ministry of education, culture, sports, science and technology-Japan. Mr Toshinobu mempersentasikan pendidikan STEM di Jepang dengan judul  best practices and lesson learned from the fields. Tim perumus pada persentasi sesi ke dua  adalah Lambas dan Nina Purnama.
Kegiatan seminar sesi satu dan dua sangat merih, para peserta mendengarkan setiap materi yng disampaikan dengan serius. Mereka pun diberi kesempatan untuk bertanya kepada para pembicara dengan menggunakan bahasa Inggris. Acara ditutup sementara tepat pukul 12 untuk melakukan solat duhur dan makan siang, beberapa peserta ada yang menggunakan kesempatan ini untuk berbicara dengan pemateri dan juga berfoto.

Istirahat berakhir pukul 13.00, para peserta sudah menduduki tempat masing-masing untuk mengikuti kegiatan inti selanjutnya yaitu persentasi ke tiga dan keempat. Moderator pada persentasi ke tiga dan keempat adalah  Dr. wahyudi.  Persentasi ke tiga dibawakan oleh Mr. Peter Pentland dari Austrilian Academy of Technological science and engineering. Mr Peter membawakan materi dengan judul STEM Education journey in Australia- Lesson learned and Best practices. Tim perumus pada persentasi ketiga ini adalah Irsyad Zamjani dan Lestyani Yuniarsih.

Persentasi kee empat dibawakan oleh Prof Lew Hee Chan dari Korea National University of Education. Prof Law mengisi materi dengan judul STE(A)M education practices in Korea-Promises and challenges. Tim perumus dari persentasi terakhir ini adalah Diyan Nur Rahmah dan Sri Fajar Martono

Pukul 16.00-16. 30 adalah Kegiatan penutupan. Kegiatan ini diisi oleh Ir. Totok Suprayitno,PhD. Semua peserta meninggalkan acara dan sebelum pergi melakukan foto dengan pemateri. Materi yang ditampilkan dalam kegiatan seminar dapat di unduh di http://litbang. Kemendikbud.go.id/acara. Selain itu kegiatan seminar pun dapat dinikmati oleh semua orang yang tidak bisa mengikuti kegiatan ini melalui video yang ditampilkan di web balitbang kemendikbud. Semoga melalui kegiatan seminar internasional ini pendidikan indonesia bisa p9semakin maju. Pembelajaran STEM (sains, teknologi, enjenering dan Matematika) dapat diterapkan di semua lembaga pendidikan di indonesia.

#Onedayonepost
#Nonfiksi
#Temabebas
#secercahperjuangan.blogspot.com


Minggu, 07 Januari 2018

Resensi buku non fiksi

Resensi buku Fiksi
Oleh Desi Diana,M.Pd


Judul buku : Cinta di ujung jalan
Pengarang : Endang Setiyaningsih
Penerbit      : Kagum Publisher
Tahun terbit : 2016
Jenis Buku : Novel
Jumlah Halaman :129
Harga buku : Rp 60.000


Seperti judulnya, novel ini menceritakan tentang kisah cinta. Cinta segitiga antara Narendra dan Arini sepasang suami istri dengan Nina sebagai orang ketiga. Narendra seorang suami yang membutuhkan perhargaan dan perhatian dari seorang istri. Arini seorang istri yang memiliki kesempurnaan sebagai seorang wanita. Nina orang ketiga yang mencintai Narendra teman sekantornya.

Demi cinta, Nina melakukan berbagai cara agar mendapatkan Narendra. Cara licik pun di gunakan, sehingga Arini membenci suaminya. Kerenggangan yang terjadi antara Arini dan Narendra, dimanfaatkan Nina sehingga Narendra dekat dengannya. Perhatian dan kasih sayang yang diberikan Nina, membuat Narendra pun jatuh dalam pelukan Nina.

Sebuah kesalahan diagnosa dari dokter yang membuat Nina merampas Narendra dari keluarganya. Rasa egois yang membuatnya tidak perduli banyak yang tersakiti. Meski, akhirnya dia menyadari kesalahannya. Nina rela menembus kesalahannya dengan hidup sendiri jauh dari Narendra.

Cerita fiksi yang dikemas dalam novel ini menggambarkan realita kehidupan yaitu perjuangan dalam membina sebuah rumah tangga. Penuh perjuangan dan pengorbanan untuk menjaganya tetap utuh. Mengisahkan ketulusan rasa cinta dan mencintai. Kecemburuan, amarah dan rasa egois yang sering menjadi bumbu percintaan mewarnai setiap cerita di novel ini.

Sekilas kisah dalam novel ini sepertinya sudah biasa dan mudah ditebak jalan ceritanya. Ternyata kisah berikutnya yang disajikan sangat jauh dari bayangan kita. Pembaca dibuat terpana dan terkejut dengan setiap bagian yang terdapat dalam novel ini. Sebuah cerita yang dibuat oleh penulis yang sangat kreatif dan memiliki imajinasi tinggi.

Penulis pandai mengemas cerita ini menjadi cerita yang mempesona semua pembaca. Setiap konflik yang terjadi dan penyelesaiannya sangat jauh dari perkiraan pembaca. Alur cerita sangat mudah dipahami. Permainan karakter yang sangat jelas pada setiap tokoh, menunjukkan kedalaman ilmu kepenulisan yang dimiliki penulis.

Setiap ujung bab, membuat pembaca penasaran dengan kisah selanjutnya. Membaca buku ini seperti kita menjadi pelaku utamanya. Buku ini membuat pembaca larut dalam setiap cerita yang disajikan.

Muatan positip dan pesan moral banyak diselipkan dalam novel ini. Pengutipan ayat Al-Quran memperkuat setiap muatan moral. Pesan yang ingin disampaikan penulis sampai kepada pembaca tanpa kesan menggurui.

Muatan emosi sangat kental dalam novel ini. Kisah  cinta berupa kesetiaan, penghianatan kebahagian dan kesedihan membakar emosi setiap pembaca. Sebuah kisah yang mengagumkan. 

Hal yang  membuat kurang nyaman di buku ini terdapat kesalahan dalam prosses editing. Terdapat beberapa kesalahan nama tokoh dalam cerita. Tertukarnya nama Nina dengan Faiza dalam cerita (halaman 89), terkadang mengganggu keasyikan pembaca dalam menikmati novel ini. Namun tidak terlalu patal, karena pembaca yang larut dalam kisah ini bisa langsung mengetahui ada kesalahan nama.

Buku ini sebaiknya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 17 tahun ke atas. Anak usia remaja yang belum dewasa kurang tepat membaca novel ini. Muatan emosi dan konflik yang ada dalam setiap kisah pada novel ini dihawatirkan belum bisa dipahami secara tepat oleh mereka. Buku ini sangat tepat jika dibaca oleh mereka yang sudah berumah tangga. Banyak ilmu dan hikmah yang dapat kita ambil dalam buku ini. Cinta adalah sebuah anugrah yang harus dijaga dan dipelihara.




#onedayonepost
#nonfiksi
#Resensibukufiksi
#secercahperjuangan.blogspot.com


Resensifilm

Resensi film
RUDI HABIBI - HABIBIE & AINUN 2
Oleh Desi Diana,M.Pd


Judul buku           : Rudi Habibie (Habibie dan Ainun 2)
Directur                : Hanung Bramantyo
Produser                : Manoj Punjabi
Excutive producer : Dhamoo Punjabi
Creative Producer : Shania Punjabi
Pembuat film      : MD Pictures
Tahun                : 2016
Jenis Film           :Kisah nyata
Pemain                     : Reza Rahadian (Bj Habibi), Chelsea Islan, Ernest prakasa,Indah Permatasari, Pandji Pragiwaksono, Boris Bokir, Dian Nitami,Donny Damara,Millane fernandes, Cornello Sunny,Leroy Osmani
Soundtrack                 : Mencari cinta sejati (Topan),Mata Air (, Nona Manis (Dodoy),   oh Baby (dodoy)


Film yang berjudul Rudi habibi merupakan sambungan dari judul film Habibie dan Ainun. Sebuah film yang menceritakan kehidupan nyata Bapak Bj Habibi mantan wakil presiden dan presiden indonesia yang terkenal dengan kejeniusan dan kegigihannya memajukan Negara tercinta Indonesia. Karya yang sangat bagus, banyak muatan moral dan sejarah. Sangat layak ditonton oleh generasi  muda Indonesia untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta negeri Indonesia.

Alur cerita sangat menarik, menyajikan sedikit cuplikan bangsa Indonesia yang sangat kental dengan keanekaragaman suku budaya. Menyajikan fakta bahwa rasa cinta terhadap suku yang terlalu tinggi begitu sangat kuat di jaman dulu yang membuat Bangsa kita tidak mudah bersatu.

Ayah  dari Bapak habibi merupakan contoh warga negara yang revolusioner dan sangat cinta persatuan. Dia berani melawan aturan tradisi yang membuat jarak dan pemecah bangsa. Dia menanamkan rasa bangga sebagai Bangsa Indonesia kepada putra/putrinya dan mendidik mereka  menjadi generasi yang rajin belajar dan pantang menyerah meraih sebuah impian.

Kisah habibi disajikan sangat menarik dimulai dari perjuangannya mendapatkan tempat singgah di jerman yang penuh perjuangan. Dengan kepandaiannya akhirnya beliau bisa menarik simpati pemilik rumah dan mendapatkan rumah singgah dengan fasilitas sederhana.

Alur cerita dibuat mundur menceritakan tentang kehidupan rudi habibi sewaktu kecil dengan rasa ingin tahunya yang tinggi tentang pesawat. Peran sang ayah dan ibu sangat terlihat jelas dalam proses pendidikannya sehingga dia memiliki kepandaian diatas rata-rata dan menjadi juara kelas.

Ketakwaan dan karakter yang kuat terlihat jelas dari setiap dialog yang diucapkan oleh reza sebagai pemain peran rudih. Kitab Alquran menemani kepergiannya ke jerman untuk menuntut ilmu dan dia selalu menunaiakan kewajibannya sebagai seorang muslim meskipun di negara yang tidak mengenal Tuhan. Dia tidak malu melaksanakan ibadah di depan umum di ruangan yang sempit demi melaksanakan kewajibannya sebagi seorang muslim.

Kisah perjuangan bapak rudi habibi ketika kuliah membuat cerita di film ini mengharukan . Biaya kuliah yang belum dikirim kan ibunya tuk keperluan hidup mengajarkan bahwa hidup penuh perjuangan dan harus bersabar. Namun dengan keterbatasan yang ada, dia tidak mengeluh dan terus mendapatkan prestasi yang baik dalam kuliahnya.

Konflik dalam film ini dikemas sangat menarik yaitu tentang idealismenya bapak habibie mempertahankan impiannya membuat pesawat dengan namai. Tanpa dukungan dari pemerintah idan tidak mau di danai oleh pemerintah asing. Rasa nasionalisme yang tinggi tetap dimilikinya, meskipun dalam keterbatasan dan berada di negeri orang dengan kekurangan dana. Sebuah sikap yang patut dicontoh oleh generasi muda Indonesia.

Msalah percintaan bapak habibie juga dikisahkan dengan sangat menarik. Cinta sepihak dari putri raja solo yang tidak diketahui bapak habibi yang terkadang membuat masalah. Kisah cintanya yang berbeda agama penuh perjuangan, namun harus terpisah karena tidak disetujui ibu tercinta. Semua kisah ini semakin membuat film ini sangat menarik dan membuat penonton menangis terbawa suasana.

Cerita, musik dan suasana di film ini dikemas dengan indah. Sangat layak ditonton oleh semua kalangan. Penuh dengan muatan moral dan keteladanan. Sayang sekali kalau kita tidak pernah menontonnya.



#onedayonepost
#nonfiksi
#Resensifilm
#secercahperjuangan.blogspot.com


Antara Karir dan keluarga

Antara karir dan keluarga
Oleh Desi Diana,M.Pd

Bagi para ibu yang bekerja pasti sering mengalami dilema saat diberikan pilihan antara keluarga dan kerjaan. Keluarga tentu menjadi fokus utama seorang ibu rumah tangga, tetapi terkadang karena beberapa alasan membuat ibu tidak bisa melepaskan pekerjaannya sehingga memilih kedua hal tersebut dikerjakan bersamaan.

Menjadi ibu yang bekerja sekaligus mengurus rumah tangga diperlukan tenaga dan pikiran ganda agar semua yang diurus berjalan lancar. Rasa lelah terkadang menjadi rutinitas yang terpaksa harus dinikmati. Berbagai upaya dilakukan sehingga tidak ada urusan yang terlantar dan terabaikan. Istirahat sejenakpun terkadang terlewatkan sebelum semua tugas terselesaikan.

Itulah peran ganda yang menuntut tanggung jawab besar. Pengorbanan dan perjuangan seorang ibu yang harus mengurus rumah tangga dan bekerja. Cibiran dan pujian kerap datang berganti menguji kesabaran. Semua harus dijalani penuh keikhlasan. Agar kedua tugas sebagai ibu rumah tangga dan ibu bekerja berjalan lancar, seorang ibu harus berpikir dan bekerja seefektif dan seefesien mungkin. Sebagai bahan referensi dalam melaksanakan dua tugas tersebut,berikut adalah tips yang dapat dilakukan.

1. Laksanakan tugas utama seorang ibu
Tugas utama seorang ibu tentu adalah mengatur urusan rumah tangga dan mendidik anak. Tugas ini tidak bisa ditinggalakan dan digantikan oleh orang lain. Meskipun ada pekerja yang membantu, ibu harus tetap mengontrol dan memantau semua yang terjadi dalam rumah tangganya. Masalah keluarga harus menjadi urusan utama dan yang diutamakan. Kenyamanan dan keamanan semua keluarga adalah tanggung jawab ibu sebagai ibu rumah tangga. Kebersihan dan kerapihan rumah, menu sehari-hari harus selalu tersaji dengan baik. Kesibukan dalam bekerja harus dinomor duakan setelah masuk ke rumah. Usahakan urusan kerja diselesaikan ditempat kerja dan tidak dibawa ke rumah. 

2. Utamakan pendidikan agama dan karakter anak
Sebagai oarang tua bekerja kita tidak bisa selalu memonitor kegiatan anak kita. Rasa hawatir sering kali muncul ketika anak-anak bermain dengan teman sebayanya. Hal tersebut seharusnya tidak perlu kita cemaskan jika kita sudah mendidik anak kita sejenak dini. Tanamkanlah akidah kepada anak kita, sehingga dia tahu yang benar dan salah serta melaksanakan sesuatu karena kesadaran dirinya bukan karena takut atau terpaksa. Ajarkan tatakrama berbicara dan berbuat, sehingga anak-anak tidak mudah menyakiti hati orang lain dengan sikap dan perbuatannya.

3. Delegasikan  tugas kepada anggota keluarga
Anggota keluarga adalah bagian dari keluarga yang memiliki peraan masing-masing. Libatkanlah mereka dalam mengerjakan tugas rumah tangga, sehingga meningkatkan kekeluargaan dan rasa memiliki terhadap rumah. Pembagian tugas rumah tangga akan memudahkan ibu dalam mengurus rumah.  Kemandirian dan rasa tanggung jawab pun akan terbentuk dengan sendirinya pada semua anggota keluarga. Kerjasama dan keakraban akan semakin tercipta.

4. Buat jadwal acara keluarga
Kesibukan setiap anggota keluarga sering kali menyita waktu bersantai bersama. Rutinitas yang dilakukan membuat kita sibuk dengan aktivitas masing-masing. Jadwalkanlah waktu khusus untuk melepas kepenatan bersama semua anggota keluarga. Kegiatan ini bisa dilakukan harian, pekanan atau bulanan. Jadwal harian bisa dilakukan sehabis solat subuh atau setelah solat isya yang diisi dengan bercerita tentang kegiatan seharian yang dilakukan. Acara pekanan bisa dilakukan dengan pergi bersama ke suatu tempat seperti makan di restoran. Acara bulanan bisa  dilakukan dengan kegiatan wisata atau silaturahim ke rumah saudara.

5. Jadikan Pekerja di rumah sebagai mitra
Kehadiran pekerja di rumah terkadang diperlukan untuk membantu mengerjakan tugas yang tidak bisa ibu lakukan. Pilihlah pekerja yang sabar dalam menjaga anak-anak, terutama bagi ibu pekerja yang memiliki balita. Berikan arahan apa yang harus dilakukan kepada pekerja di rumah dan delegasikan dengan baik.




#onedayonepost
#nonfiksi
#temabebas
#secercahperjuangan.blogspot.com


Kamis, 04 Januari 2018

Resensi buku non fiksi

Resensi buku
MENJELAJAH TATA SURYA
Oleh Desi Diana,M.Pd


Judul buku : Menjelajah Tata surya dengan Literasi STEM
Pengarang : Desi Diana,M.Pd
Penerbit : Situseni
Tahun terbit : 2017
Jenis Buku : Buku pelajaran
Harga buku : Rp 60.000

Buku menjelajah tata surya dengan literasi STEM (sains,teknologi, enjenering dan matematika) merupakan buku bahan ajar yang berisi materi IPA. Buku ini sangat cocok digunakan oleh guru dan pelajar yang ingin memahami lebih dalam materi tata surya. Pendekaatan yang digunakan dalam buku ini yaitu literasi STEM merupakan pendekatan pembelajaran yang masih baru dan belum banyak digunakan. Penggunaan pendekatan ini membuat daya tarik tersendiri untuk buku ini, karena Literasi STEM merupakan pendekatan yang populer digunakan di negara maju seperti Amerika, Jepang, Australia dan Korea. 

Di pasaran belum tersedia buku yang mengintegrasikan literasi STEM dalam buku ajar. Buku sejenis yang membahas tata surya hanya membahas konsep sains, teknologi, enjenering dan matematika secara terpisah-pisah, sehingga pelajar tidak memahami materi secara utuh.

Pembahasan tata surya pada buku ini disajikan dalam 6 bab. Setiap bab tersebut  membahas teori tata surya, berbagai macam planet di tata surya, bumi sebagai planet, bulan sebagai satelit, gerhana matahari dan bulan, dan penjelajahan antariksa.

Tata letak gambar dan teks pada buku ini cukup artistik dan indah dilihat. Gambar dan warna yang digunakan dalam buku ini membuat tampilan buku ini menarik dan tidak membosankan untuk dibaca. Penyajian fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang ditampilkan di buku ini, membuat rasa ingin tahu pembaca terhadap isi buku menjadi semakin besar.

Tampilan setiap bab pada buku ini terdiri dari tiga  bagian yaitu pendahuluan, isi materi dan penutup. Bagian pendahuan  berisi kompetensi isi, tujuan pembelajaran dan istilah penting. Bagian isi merupakan penjelasan materi yang disusun menjadi sub bab. Bagian penutup berisi rangkuman materi yang memudahkan pembaca memahami isi buku. Selain itu, bagian penutup juga berisi soal-soal latihan yang dapat mengukur pemahaman pembaca terhadap isi buku.

Tujuan pembelajaran pada buku ini bukan hanya meningkatkan pengetahuan pembaca saja. Terdapat tiga aspek tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai melalui penggunaan buku ini. Tiga aspek tersebut yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap, sesuai tuntutan kurikulum 2013.
Pengetahuan pembaca dapat semakin bertambah dengan membaca informasi yang disajikan tentang tata surya. Keterampilan pembaca dapat juga bertambah dengan melakukan kegiatan proyek membuat produk tata surya yang prosedurnya disajikan di buku ini. Sikap spiritual, ilmiah dan sosial pembaca juga dapat terbentuk karena di setiap awal bab disajikan ayat-ayat yang mengingatkan akan kebesaran Tuhan.

Setiap karya tiada yang sempurna, begitupun dengan buku ini. Penyajian prosedur percobaan yang terlalu singkat membuat pemahaman pembaca dapat berbeda-beda. Kreatifitas dan keuletan dari pembaca menjadi faktor keberhasilan produk yang akan dibuat. Soal yang disajikan pada tiap ahir bab cukup menarik karena mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi  yang dikenal dengan HOT (high other thiking). Tetapi, bagi pembaca yang belum terbiasa  menghadapi soal berbentuk HOT akan kesulitan menjawab soal yang diberikan.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang terdapat di buku ini. Buku ini sangat sesuai digunakan oleh guru dan pelajar sebagai buku pegangan. Buku ini juga sangat bagus dijadikan referensi bagi semua pihak yang ingin memperdalam materi tata surya. Pengintegrasian literasi STEM dalam buku ini juga bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi semua pihak yang ingin mengenal literasi STEM dan mempraktekkannya dalam pembelajaran.



#onedayonepost
#nonfiksi
#Resensibukunonfiksi
#secercahperjuangan.blogspot.com


Rabu, 03 Januari 2018

Tips menulis

TIPS MENULIS
Oleh Desi Diana,M.Pd

Pernahkah saat menulis kamu kehilangan kata yang akan dituliskan?. Pikiran terasa macet, dan berhari-hari males menulis?. Kalau pernah, berarti kamu tidak sendirian, semua pernulis pernah mengalaminya.

Kesulitan menuangkan ide dan rasa jenuh melanda saat menulis merupakan hal yang wajar. Bahkan penulis buku best seller pun pernah mengalaminya. Jadi jangan cemas, yang penting kamu tidak berlama-lama dalam keadaan seperti itu. Cukup sehari atau dua hari mengistirahatkan pikiran sejenak. Nikmati hidup dan keluar dari rutinitas menulis. Temukan kembali semangat menulis dari apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.

Menulis sebagai aktivitas menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan tentu membutuhkan banyak kosakata. Kosa kata tersebut tidak akan muncul dengan sendirinya ke dalam pikiran kita jika kita tidak menambahkannya. Ketika  kosa kata sudah berkurang ,saat itulah kita akan merasakan kebuntuan dalam menulis.

Kreatifitas sangat  dibutuhkan oleh para penulis. Mengelola pikiran dan emosi juga sangat penting dilakukan oleh para penulis. Jangan samapi menulis tergantung mood sehingga karya yang dihasilkan minim dan tidak berkelanjutan. Jangan sampai kita dikenal sebagai mantan penulis.

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengembalikan semangat menulis. Beberapa tips dari para penulis dapat juga kita jadikan rujukan, karena pengalaman dari para sesama penulis biasanya akan lebih bermakna. Berikut ini merupakan tip yang dapat digunakan saat kita jenuh menulis atau  mengalami kebuntuan menuangkan ide.

1. Istirahatkan pikiran
Pikiran manusia sama seperti mesin yang jika terlalu lama dipakai dia akan mengalami kerusakan. Istirahatlah sejenak dari kegiatan menulis, nikmati indahnya hidup dengan melakukan kegiatan lain yang mampu menghibur diri. Bercanda bersama keluarga. Mendengarkan musik, belanja, menikmati indahnya alam dapat dijadikan salah satu pilihan.
2. Bersilaturahim dengan teman-teman penulis

Bergabung dengan sesama penulis dalam sebuah komunitas banyak mendapatkan keuntungan. Berkunjung dan berbicara dengan sesama penulis dapat membantu kita menghilangkan rasa jenuh dalam menulis. Beberapa tips dapat kita peroleh dari mereka secara nyata bukan hanya sekedar teori, sehingga kita pun bisa termotivasi dan semangat kembali.

3. Banyak membaca
Banyak membaca akan membuat kita banyak menulis, itu sudah hukum alam. Tidak mungkin kita bisa menuangkan banyak kata jika kita tidak pernah memasukan banyak kata dalam pikiran kita. Berbagai informasi dan ide akan banyak kita temukan saat membaca. Membaca di sini bisa dengan cara membaca buku, situasi, dan pikiran orang lain. Tuangkanlah informasi yang kita daptkan tersebut dalam sebuah tulisan yang menarik. 

4. Mendengarkan berita
Informasi yang kita peroleh sangat membantu dalam proses menulis. Semakin banyak informasi, semakin banyak ide tulisan yang akan kita buat. Mendengarkan berita di televisi bisa jadi salah satu inspirasi untuk kita membuat tulisan yang aktual dan terpercaya.

5. Mengikuti kegiatan penulisan
Pelatihan menulis sangat bermanfaat kita ikuti, untuk mengembangkan keterampilan kita dalam membuat sebuah tulisan yang menarik dan enak di baca. Perkembangan teknologi dan ilmu kepenulisan semakin hari semakin berubah. Beberapa metode dan teknik kepenulisan bisa kita dapatkan ketika mengikuti pelatihan. Beberapa tips membuat buku best seller kemungkinan bisa juga kita dapatkan. Jangan pernah bosan dan lelah untuk mengembangkan diri jika kita ingin semakin produktif menulis. Pikiran dan akal kita layaknya sebuah pisau yang harus diasah dengan mempelajari ilmu pegetahuan dan keterampilan.

Semoga lima tips menghilangkan kejenuhan menulis di atas dapat membantu kita semua menjadi penulis yang produktif. Jika ada yang mau menambahkan dipersilahkan dan sangat dinantikan, demi kebaikan para penulis.



#onedayonepost
#nonfiksi
#temabebas
#secercahperjuangan.blogspot.com


Antara PISA dan GLS

Antara GLS dan  PISA
Oleh :Desi Diana,M.Pd

Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan membaca dan menulis yang dikenal dengan literasi. Membaca dan menulis sebenarnya hanyalah sebagian dari  literasi yang disebut literasi dasar. Terdapat banyak sekali jenis literasi, seperti literasi sains, literasi bahasa, literasi digital dan literasi yang lainnya.

Kemampun berliterasi semua negara di dunia dapat diketahui dari hasil PISA (program for international students assesment). PISA dilaksanakan setiap tiga tahun sekali yang diikuti oleh semua negara yang tergabung dalam OEDC (organisation for economic and development).

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengikuti PISA dari tahun 2000. Bidang yang diujikan pada PISA adalah kemampuan dalam tiga bidang yaitu bahasa, matematika dan sains. Hasil PISA Indonesia dari tahun ke tahun sangat memprihatinkan, yaitu menjadi juara ke 64 dari 65 negara yang mengikuti PISA pada tahun 2012. Skor PISA negara Indonesia pada tahun 2015 mengalami sedikit peningkatan ke posisi 63 dari 72 negara yang mengikuti. Skor tertinggi yang diraih pelajar Indonesia hanya mampu mencapai level 4 dan tidak dapat mencapai level tertinggi yaitu 5. Hal ini mengindikasikan kemampuan literasi pelajar Indonesia masih sangat rendah.

Berbagai program diluncurkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kemampuan literasi pelajar Indonesia. Salah satu proram literasi yang sekarang marak dilaksanakan adalah gerakan literasi sekolah (GLS). GLS merupakan program  literasi dengan sasaran para tenaga pengajar dan pelajar di lembaga pendidikan.

Tenaga pengajar diharapkan memiliki kemampuan yang tinggi dalam memahami informasi yang tersiar dan dapat menghasilkan suatu karya tulis yang bermanfaat khususnya bagi dunia pendidikan. Para pelajar melalui GLS diharapkan dapat memilih informasi yang benar dan tidak sembarangan menyebarkan berita bohong. Selain itu mereka juga diharapkan dapat menghasilkan karya tulis berupa puisi, artikel atau cerpen.

GLS dilaksanakan secara serentak di seluruh sekolah di Indonesia dengan kegiatan awalan berupa membaca buku selama 15 menit setiap hari di sekolah. Buku yang dibaca bukan buku pelajaran melainkan buku cerita yang menarik untuk dibaca. Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar memiliki hobi membaca dan pada akhirnya menjadi manusia yang literat.

Salah satu tujuan dilaksanakannya program GLS adalah menaikan peringkat indonesia dalam program PISA. Bentuk soal yang disajikan dalam PISA sangat berbeda sekali dengan soal ulangan harian, ujian semester, ujian nasional dan soal olimpide.  Soal PISA dibuat dengan memasukan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan yang diajukan berupa gabungan beberapa konsep dari suatu pelajaran.

Tingkat kognitif yang diukur pada soal PISA bukan ingatan dan pemahaman pelajar melainkan kemampuan berpikir kritis yang dikenal dengan high other thinking (HOT). Para pelajar Indonesia sangat kesulitan memahami dan menjawab soal PISA. Mereka belum terbiasa menghadapi soal HOT yang merupakan soal yang mengukur kemampuan menganalisis.

GLS diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi pelajar Indonesia. Kemampuan menganalisis informasi para pelajar menjadi meningkat. Selain itu mereka juga diharapkan dapat menerapkan ilmu yang mereka pelajari di sekolah dalam mengatasi masalah yang terjadi di lingkungan mereka.

Melaui GLS para guru diharapkan melakukan pembelajaran yang mengembangkan kemapuan kognitif pelajar bukan hanya pada tingkat hapalan (C1), pemahaman (C2) dan penerapan (C3) . Tingkat kognitif pelajar yang harus dikembangkan melainkan pada level yang lebih tinggi yaitu analisis (C4) dan mencipta (C5) yang dikenal dengan HOT. Selain itu soal yang diujikan pun harus soal HOT  yang mengukur kemampuan berpikir kritis siswa.

Berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut, semoga membuat pelajar indonesia menjadi terbiasa menghadapi soal HOT seperti soal PISA. Harapannya di tahun 2018 pelajar Indonesia dapat menyusul ketertinggalannya dan dapat meraih peringkat di PISA tahun 2018.



#onedayonepost
#nonfiksi
#tema bebas
#secercahperjuangan.blogspot.com