Sabtu, 02 Desember 2017

Trauma masa lalu 7

TRAUMA MASA LALU
(episode 7 : Ulang Tahun Aldo)

Sore hari yang cerah, sinar mentari mulai tertutupi awan biru. Raisya bersiap di kamarnya untuk pergi ke ulang tahun Aldo. Dia sebenarnya malas pergi, tapi teman dekatnya Ani membujuknya sambil memelas, Dia pun terpaksa pergi bersama Ani yang menjemput ke rumahnya. Hanya 30 menit perjalanan, mereka sampai ke cafe kemuning di tengah kota tempat acara ulang tahunnya Aldo. 

Suasana cafe sangat ramai dan meriah, beberapa hiasan menambah inah dan gemerlap suasana cafe. Acara belum dimulai,Raisya dan Ani mencari teman sekelas mereka dan asik berbincang-bincang.
Acara utama pun dimulai, peniupan lilin oleh Aldo didampingi Ibunya. Ayah Aldo tidak nampak di acara pesta. Pemotongan kue  dan hiburanpun berjalan lancar. Potongan kue pertama  diberikan pada Ibunya, dan yang kedua diberikan kepada puteri seorang gadis cantik yang ternyata pacar Aldo. Melihat semua itu, terasa panas di dada Raisya.

 Tanpa dia sadari dia menyimpan rasa yang dalam terhadap Aldo. Dia pun berusaha membuat susana hatinya normal dengan mengarahkan pandangan ke tempat lain dan meminum seteguk air. Dia mengatakan dalam hatinya, Aldo bukan lelaki yang baik dan tak pantas untuknya,karena banyak memiliki teman dekat yang dalam waktu singkat berganti.
 Raisya ingin cepat pulang, tetapi Ani masih asik mengobrol dan makan-makan, dia meminta untuk tidak pulang cepat. Teman Raisya iwan menawarkan diri mengajak Raisya pulang “ Ca, mau pulang?, gua anter aja mau ?”. tanya Iwan. “tidak wan, makasih, Aku kan ke sini bareng Ani, biar pulang bareng Ani aja”. Jawab Raisya” oh, ya sudah “ jawab Iwan.

Acara terasa lama bagi Raisya, hatinya merasa tidak nyaman. Suasana semakin meriah dengan acara hiburan musik dan nyanyian dari Aldo yang dipersembahkan untuk putri. Suara merdu dan kelihaian Aldo bermain gitar, membuat semua orang yang hadir terpukau. Hati Rasiya yang sakitpun, semakin terasa pedih, karena lagu tersebut bukan untuknya. Acarapun selesai dan mereka pulang.





Trauma masa lalu 6

TRAUMA MASA LALU
(episode 6: Telepon di malam hari)

Malam yang indah berhias lampu–lampu kota. Jam di dinding kamar Raisya menunjukkan jam 7 malam. Tiba-tiba sebuah telepon berdering. Sebuah panggilan dari Rian, teman sekelasnya.” Hallo Cha, lagi ngapain nih ?” suara Rian terdengar riang. “ Hallo Rian, lagi baca buku. Ada apa ya ?” tanya Raisya. “ pengen denger suara kamu, boleh kan ?” jawab Rian.

Muka Raisya langsung merah dan jantungnya berdetak kencang karena malu. Dia belum pernah menerima telepon dari seorang pria. Biasanya bila ada teman pri yang telepon Dia tidak mengangkatnya. Tapi hari ini Dia ingin berubah dan keluar dari rasa takutnya berkomunikasi dengan lawan jenis. Dia tanamkan dalam hatinya bahwa tidak semua laki-laki jahat, salah satunya Ayahnya, yang sangat dia kagumi, meskipun sering tidak bertemu.

“ oh, iya tidak apa-apa” jawab Raisya. “ Ca, aku denger dari Ani, kamu tidak punya pacar ya, mau tidak kamu jadi pacar Aku ?. tanya Rian. Raisya tidak menyangka akan mmendapatkan pertanyaan seperti itu. Dia bingung harus jawab apa “eh,maaf ya Rian,aku belum mau pacaran. Kita berteman saja ya.” Jawab Raisya menolak secara halus. “ ya, Ca...kamu nolak aku ya?. Jujur aja deh tidak usah boong. Aku sudah tau jawaban seperti ini adalah trik tuk nolak. Iya kan ? “. Tanya Rian “ enggak kok, Rian. Serius, aku pengen fokus belajar “ jawab Raisya. “ ya sudah deh kalau gitu, aku tidak bisa maksa kamu. Tapi jujur aku kecewa”. Jawab Rian.” Maafya Rian jawab Raisya, kita masih bisa berteman kan, dan itu lebih baik daripada berpacaran “ jawab Raisya. “ iya, kalau gitu maaf ya sudah ganggu waktu kamu. Samapi ketemu di sekolah ya” balas Rian mengakhiri pembicaraan” iya “.percakapan merekapun berakhir.

Raisya terduduk dan merenung, untuk yang kesekian kalinya dia menolak pertemanan dari teman laki-lakinya yang ingin lebih dekat dengannnya. Dia terkadang merasa bersalah dengan perbuatannya,ada rasa hawatir temannya merasa sakit hati. Tapi Dia harus melakukannya karena ada rasa  takut yang lebih besar di hatinya, takut tersakiti dan hanya menjadi objek  pemuas nafsu.



Trauma masa lalu 5

TRAUMA MASA LALU
(episode 5 : Rian)

Malam semakin larut dan dingin. Sinar bulan terlihat diantara debu kota Jakarta yang pekat. Raisya belum bisa tidur. Di hatinya ada rasa yang tidak bisa dia pahami. Bayangan wajah Aldo sering kali muncul dalam pikirannya bergantian dan bercampur dengan rasa takutnya terhadap lawan jenis. Dalam hatinya dia bertekad akan melupakan dan menghindari Aldo, agar batinnya tidak tersiksa. Perlahan dia pun tertidur dengan lelapnya.

Pagi yang cerah, Raisya bangun sebelum adzan subuh, kebiasaannya bangun jam 3 malam, membuatnya rutin terbangun meskipun dia terlambat tidur.Ibu Raisya sudah menyiapakn makan pagi. Mereka seperti biasa sarapan berdua dan kemudian Raisya pergi ke sekolah. Di  depan pintu gerbang dia bertemu Ani

Ca, tunggu...bareng ya ke kelasnya” sapa Ani. “ ok, Ca, kamu ikut Perkemahan siswa baru tidak ?”. “ tidak, Ni. Aku males.” Jawab Raisya. “eh, wajib loh, nanti kamu dapat hukuman. Ikut aja Ca, suasananya enak loh... pegunungan, kamu kan suka banget dengan alam”. “ tidak ah, Ni. Banyak orang males  aku”” ya Ca, please temenin Aku dong”. “  gimana nanti aja  deh” jawab Raisya. “ ah, Ica kamu selalu gitu jawabannya”. Ica hanya tersenyum dan mereka pun masuk kedalam kelas.

Pelajaran hari ini pelajaran IPA tentang sel tumbuhan. Mereka belajar berkelompok membuat  alat peraga tentang sel tumbuhan . Icha sekelompok dengan Fahri, Ima, dan Rian. Selesai membuat poster mereka persentasi di depan kelas. Tidak berapa lama bel istirahat  berbunyi. Rian mendekati Raisya. “Ca, istirahat bareng ya sama Aku” Ica melihat kearah Rian “eh, Aku sudah janjian dengan Ani, Yan...maaf ya”. “ oh, gitu, ya sudah. Boleh dong ikut bareng”. “ oh, iya boleh “. Ani sudah berdiri dihadapan Mereka” ayo, lagi ngapain” kata Ani.  “ ini Ni, Rian mau ikut ke kantin bareng kita” jawab Icha. “ oh, ayo boleh. Biasanya kamu ke kantin bareng teman-teman kamu. Tumben nih, hayo ada apa?” ledek Ani. “tidak apa-apa Ni, hanya pengen suasana baru aja” jawab Rian. Merekapun makan di kantin

Rian memesan dan mentraktir jajanan Ani dan Raisya. Terlihat dari mata dan percakapan Rian, kalau Rian menyukai Raisya. Ani memberanikan diri bertanya kepada Rian. “ Yan, kamu sepertinya ada maksud deh, jajan bareng kita” kata Ani “ maksud apa Ni?, bener Aku hanya  pengen suasana baru aja kok. Bosan main sama cowok terus”,” oh, gitu, bukannya mau deket dengan Raisya ?” tanya Ani. “ iya, salah satunya juga sih” jawab Rian.” Tuh kan, bener pirasat ku” jawab Ani. Raisya yang dari tadi diam mendengarkan percakapan temannya, merasa kaget dan malu mendengar perkataan Rian.
Ani, melihat muka Raisya yang memerah langsung ngeledekin Raisya “ eh, liat  muka Ica merah. Wah ada apa nih” kata Ani “ ah tidak kok, tidak merah. Aku biasa aja” jawab Raisya. Rian hanya tersenyum  melihat Raisya yang disukainya malu-malu” Ca, bisa minta nomor telepon Kamu” Tanya Rian. “ oh,buat apa Yan. Kita  kan sering ketemu  di sekolah” jawab Raisya dengan polosnya “ iya, tapi kalau  ada perlu kan gampang” jawab Rian. “ oh, iya. Ini nomor ku” jawab Raisya, Rian pun mencatat nomor telepon raisya



Trauma masa lalu 4

TRAUMA MASA LALU
(episode 4 : pertemuan yang tak direncanakan)

Ani sudah dijemput sopirnya, Raisya karena berencana mau mengantar Ani, dia meminta sopirnya tidak menjemputnya di sekolah. Ani dan Raisya pun pergi ke  supermarket terbesar di kota Jakarta. Mereka membeli beberapa pakaian dan hadiah untuk Aldo. Setelah itu mereka mampir ke cafe langganan Ani. Di sana banyak remaja seusinya yang sedang menikmati pesanan masing-masing. Ani memesan tempat kosong di sudut ruangan dan memesan minuman dan kue. 

Sedang asik menikmati  makanan, Ani melihat Aldo datang bersama teman wanitanya. Aldo menyapa mereka dan memperkenalkan temannya yang bernama Citra, dia ternyata sekolah di SMP lain dan duduk di kelas 3. Selesi berbasa-basi Aldo duduk di meja seberang mereka bersama temannya. Raisya dan Ani selesai makan kemudian pamit dan pergi mengantarkan Raisya pulang.

“ Ca, teman kak  Aldo yang tadi cantik ya”. Kata Ani ketika mengantarkan Raisya di mobilnya“ Iya, Ni”. Jawab Raisya “ Sepertinya Kak Nita tidak punya harapan ya untuk jadian dengan Kak Aldo?” tanya Ani “ masa sih, tidak juga kali Ni, kan kata kamu Kak Aldo itu suka buat patah  hati orang. Bisa aja dia punya pacar banyak “ jawab Raisya. “ iya juga ya” kata Ani.ya sudahlah ngapain juga ya kita ngurusin kak Aldo” jawab Ani.

 “ Raisya, kamu pernah punya pacar tidak sih ?” tanya Ani “ apa sih Ni, kamu nanya kayak gitu” jawab Raisya malu-malu” ya ampun Ca, jawab aja kali”. Jawab Ani “ belum, aku tidak mikirin pacaran,aku masih SMP. Mau fokus belajar dulu “ jawab Raisya. “ masa sih, boong kamu?” tanya Ani tidak percaya. “ benar” jawab Raisya. “ masa sih orang secantik kamu belum pacaran?. Tanya Ani lagi. “ belum pernah sayang, percaya deh “ jawab Raisya dengan sedikit merajuk “ok, aku percaya, kamu berarti polos banget ya, belum tahu apa itu cinta” ledek Ani sambil ketawa.

 “ iya, terserah deh apa katamu” jawab Raisya, sambil pura-pura marah. “ iya, maaf deh, Ca. Jangan hawatir nanti kamu bisa belajar sama Aku, aku gini-gini sudah pernah loh pacaran waktu kelas 6 SD tapi pas aku lulus kita pisah sekolah dan putus deh karena Dia jauh banget”. “ oh gitu, ya sudah enakan tidak punya pacarkan Ni ?”. tanya Raisya.” Ya, sih. Tuk saat ini. He...” jawab Ani sambil ketawa. Tak terasa mobilpun sampai di kediaman Raisya, Ani memeluk sahabatnya sebelum pergi meninggalkan rumah Raisya.



Trauma masa lalu 3

TRAUMA MASA LALU
(episode 3: Aldo yang menarik hati )

Dalam perjalanan ke kelasnya Ani mengatakan kalau Aldo adalah idaman semua wanita. Dia banyak mempunyai pacar dan banyak yang patah hati olehnya. Ani mengatakan kalau Raisya jangan menaruh hati pada Aldo kalau tidak ingin sakit hati.

Perkataan Ani tentang Aldo sedikit mengganggu pikiran Raisya. Ya Laki-laki memang berengsek, ngelihat wanita hanya dari fisiknya saja. Tidak yang jelek, tidak yang ganteng, semuanya jahat. Batin Raisya. Rasa kecewa, benci bercampur takut kepada Laki-laki di hatinya semakin menguat. Dia teringat lagi keusilan teman SD nya yang iseng memegang betisnya dan mencolek-colek badannya saat istirahat. Raisya pernah menangis dan melaporkan ke Gurunya. Tapi ternyata gurunya juga melakukan hal  yang tidak sepantasnya padanya. Pelajaran hari ini sangat menjemukan baginya, dia yang biasanya selalu bertanya saat pelajaran lebih banyak diam.

Jam istirahat berbunyai...” Ren, ayo ke kantin” sapa Ani.” Iya, ayo” jawab Raisya. Di kantin mereka memesan 2 mangkuk baso dan orange juice. Saat menikmati santapan, mereka melihat di meja sebrang Aldo bersama teman-temannya sedang asyik bercanda sambil menikmati makanannya. “ Cha, tau nggak. Itu yang di samping Kak Aldo namanya Kak Nita. Dia anaknya kepala sekolah kita dan Dia naksir berat sama Kak Aldo” Kata Ani memberitahu Raisya”. “ oh” jawab Raisya. “ Kok hanya oh saja sih Cha”. “ ya Aku harus bilang apa? “. “ apa aja deh, yang penting kamu komentar. Jangan dingin gitu jawabnya”. “iya, biar aja lah, kita tidak usah urusin urusan orang. Tujuan kita ke sini kan untuk belajar”. Jawab Raisya. “ ya ampun, kayak Mamih Aku aja kamu ngomongnya, dewasa banget “. Raisya senyum nyengir sama teman sebangkunya.

Jujur, ada rasa kesel melihat Aldo duduk berdekatan dengan Nita. Sebagai wanita normal yang mulai beranjak dewasa,Raisya mulai menyukai lawan jenis yang menurutnya sangat mempesona seperti Aldo. Meski hati kecilnya yang lain,menolak dan menutup hati untuk yang namanya  lelaki. Trauma masa SD begitu kuat dalam ingatannya. Yang masih tertutup rapat di hatinya.


“ Ca, kamu kok ngelamun sih”. Suara Ani menyadarkan Raisya dari lamunannya “ eh, Iya Cha, aku hanya ingat Ayah ku saja” jawab Raisya, berbohong. “ oh, Ayah kamu memang kenapa ?”. “ Ayah Aku dinas Ke luar negeri Ni, Dia jarang pulang. Aku kangen” jawab Raisya. “ ya, doain aja, Ayah kamu baik-baik saja Cha” jawab Ani “ Iya Ni, eh habis pulang sekolah jadi kita mau main?” tanya Raisya “ jadi dong, aku mau beli hadiah tuk ulang tahun Kak Aldo, Dia seminggu  lagi ultah”. “ oh gitu, ok lah” jawab Raisya. “ Kamu juga beli kado aja Cha, nanti kamu pasti diundang sama Kak Aldo” pinta Ani “ nggak ah, aku kan baru kenal, tidak mungkin di undang” jawab Raisya.” Tidak Ca, Kak Aldo orangnya ramah, semua siswa selalu diundang.apalagi dia mau jadi calon ketua OSIS. Dia itu orang kaya,pasti makanannya enak-enak. Datang ya Ca bareng Aku”.” Gimana nanti ya Ni, aku ijin Ibu ku dulu” jawab Raisya. “ iya, pasti kamu diijinkan”. Selesai makan mereka pun masuk ke dalam kelas mereka dan belajar sambil bel pulang berbunyi.

Trsuma masa lalu 2

TRAUMA MASA LALU
(episode 2 : Mencoba keluar dari rasa Takut)

Pagi yang cerah, Raisya bersiap ke sekolahannya diantar oleh sopir keluarganya. Dia menghabiskan sarapan paginya bersama ibunya. Ayah Raisya sering dinas ke luar negeri dan jarang ada di rumah. Hanya Ibunya lah yang selalu menemaninya.

“Raisya, Ibu jam 1 mau pergi ke maal, kamu mau ikut ?”. tanya Ibu Raisya “ Tidak Bu, temanku  kemarin katanya mau ngajak Aku main pulang sekolah, boleh kah Bu ?”. “oh, boleh, dari pada kamu di rumah saja lebih baik kamu main ke luar bersama teman-teman kamu,nikmati masa muda mu ya Sayang”. “ Iya Bu, tapi Aku juga belum pasti ya, bagaimana nanti aja”. Jawab Raisya. “ loh, memang kenapa? “. Tanya Ibu “ tidak apa-apa Bu, Aku males aja kalau harus ke tempat ramai “. “ ya terserah kamu sajalah Nak, yang penting kamu nyaman. Ibu akan dukung apapun keinginan kamu”. Kata Ibu“ terimakasih ya Bu, Ibu memang Ibu yang paling baik.  Aku pergi sekolah dulu ya”.

Seminggu sudah Raisya menjadi siswa kelas VII di SMP Tunas Bangsa. Banyak juga teman SD nya dulu yang sekolah di sana. Tapi Raisya tidak begitu akrab dengan teman-temannya sewaktu SD. Dia memilih melupakan kenangan sewaktu SD termasuk teman-temannya. Dia  lebih memilih berteman dengan teman yang baru dikenalnya. Salah satunya Ani, teman sebangkunya.

Raisya langsung masuk ke kelasnya, Ani sudah duduk dibangkunya. “ Hai,  Raisya” sapa Ani “ Hai” jawab Raisya. Tumben datangnya lebih pagi, biasanya kamu datang 5 menit sebelum bel”. “ iya, tadi kebetulan jalanan lancar “ Jawab Raisya. “oh, ayo kita main ke luar” ajak Ani sambil menarik lengan Raisya. Raisya mengikuti langkah Ani dengan  terpaksa. “ Hei Kak Ado “ terik Ani tiba-tiba. “ Kenalkan dong Raisya teman sebangkuku, cantik kan?” kata Ani. Yang dipanggil Ado menoleh dan menjabat tangan Raisya” Aldo” sapa Aldo “ Raisya”. Ada detukan kecil di hati Raisya, Aldo adalah sosok yang membuatnya terpesona, berbadan tinggi atletis, berkulit putih dan berparas indo. Raisya salah tingkah dan memerah mukanya. Aldo pun ternyata menyimpan perasaan yang sama dengan Raisya, Dia terpesona melihat paras Raisya yang cantik. Mata mereka berdua saling bertatapan lama dan mereka terkejut saat Ani beteriak “ Hallo, Aku di sini loh !” Raisya terkejut dan melepaskan tangannya dari Aldo “ Ca, ini Kak Aldo. Dia calon ketua OSIS loh, Kamu nanti milih Dia ya. Tapi  jangan mau jadi pacarnya ya, Dia milik Aku , he...” Canda Ani. “ oh, Iya” jawab Raisya. Tiba-tiba bel masuk berbunyi, percakapan merekapun terhenti, mereka masuk ke dalam kelasnya masing-masing.




Trauma masa lalu 1

TRAUMA MASA LALU
(episode 1 : Rasa takut yang terpendam)

Kecantikan merupakan hal yang sangat dibanggakan bagi setiap manuasia, tapi tidak bagi Raisya. Dia sangat membenci parasnya yang menurut orang lain cantik dan menarik. Menurutnya, pengalaman buruk sering menimpa dirinya karena wajahnya. Masih teringat trauma masa kecil saat seorang guru laki-laki melecehkan dirinya dengan meraba pahanya ketika dia sedang duduk asyik menulis di dalam kelas bersama teman-temannya. Saat itu dia merasa tidak nyaman, tapi mau teriak dan bicara kepada orang lain juga malu dan takut. Sejak saat itu, dia selalu merasa takut ketika bertemu dengan lawan jenis, terutama yang menarik hatinya. Dia membentengi dirinya dengan bersikap dingin, takut dimanfaatkan hanya sebagai pelampias nafsu belaka. 

Hari-hari Raisya habiskan dengan membaca buku cerita penghibur rasa sepinya sepulang dari sekolah. Dia banyak mengurung diri dalam kamar dan menghindar bergaul dengan teman seusianya. Seperti hari ini dia asik membaca buku komik kesukaannya di dalam kamar. Tiba-tiba terdengar pintu kamarnya diketuk dari luar
“Raisya..” terdengar suara ibunya memanggil. “ Iya Bu, ada apa ?”. Raisya membuka pintu dan terlihat Ibunya sedang berdiri di depan pintu. “ Kamu tidak kemana-mana kan?, Ibu mau pergi arisan dulu”. Kata Ibu Raisya. “ Iya Bu”. Raisya kembali masuk ke dalam kamarnya dan menghabiskan komik yang dibacanya.

Asik membaca, terdengar bunyi telepon, Raisya melihat Ani teman sebangkunya menelepon. Ani anak yang manis dan supel di kelas VII A. Dia adalah salah satu anak Guru di sekolahnya. Terdengar suara ceria Ani “ Ca lagi ngapain?. Main yu!”. Raisya menjawab dengan malas “ main, ogah ah. Panas.”. “ ya ampun Cha, kan kita naik mobil bukan jalan kaki, ayo temenin Aku, aku kenalin sama teman-teman Aku”. Ani membujuk Raisya. “ Aku males keluar, lagian ibu ku lagi pergi. Aku harus jagain rumah” raisya menolak secara halus “ ya ampun Cha, masa mau sih jadi penjaga rumah. Dikunci aja kali”. Ani mulai memaksa Raisya. “ maaf ya Ni, lain kali deh, Aku benar-benar males nih”. Ya sudah besok pulang sekolah, kita langsung main ya jangan pulang ke rumah, Ok?” bujuk Ani. “ Iya” jawab Raisya, agar Ani segera menutup teleponnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

                                ---------------------------------------------------