Minggu, 05 November 2017

Puisi-jiwa pejuang

JIWA PEJUANG

Setiap yang bernyawa pasti akan mati
Setiap yang berjuang pasti akan menemui hambatan
Mudah, susah, sedih dan senang pasti akan datang bergantian
Hanya jiwa tangguh yang mampu bertahan

Kuatkan tekad, tuk raih tujuan
Jangan gentar dengan setiap rintangan
Angkat senjata lanjutkan perjuangan
Lihat hasilnya di ujung jalan

Tak usah resah dengan setiap persimpangan
Tak usah sedih tiada kawan seperjuangan
Nyakinlah sukses akan ada digenggaman
Nyakinlah semua akan berbuah kemenangan

Puisi akromatis-remaja

REMAJA

Raja bagi dirinya sendiri
Emosi labil mudah terpengaruh
Masa yang termanis penuh cerita cinta
Ajang mencoba-coba dan mengenali potensi diri
Jiwa bebas tanpa beban pikiran
Ambisitinggi untuk meraih mimpi

Puisi akromatis/pengemis

PENGEMIS

Pekerjaan yang banyak dilakukan
Energi kuat tapi malas bekerja
Ngeluh akan kondisi kehidupan
Gembira saat ada yang memberi
Emosi jika tidak ada yang memberi
Menumpuk recehan demi recehan
Ikhtiar tuk bisa makan dan mencicil kreditan
Sikap generasi ingin kaya secara instan

Puisi akromatik

PRESTASI

Penuh perjuangan untuk mencapainya
Rajin dan kerja keras sebagai modal utama
Efisien dan efektif dalam melangkah
Sabar dalam menghadapi ujian harus selalu dilakukan
Anggapan negatif tidak dipikirkan
Semangat berjuang meraih tujuan
Indah dan  kebahagian pasti didapatkan

Puisi ibu

IBU

Gurat letih terlukis di wajahmu
Memperjelas kerutan mu yang dimakan waktu
Suara parau terdengar dari  setiap bisikanmu
Sunyi senyap terbawa angin

Tubuh tegak mu terganti kayu penopang
Gigi  rapihmu tlah berganti kepalsuan
Mata jelimu pergi berganti kegelapan
Hidup dalam kerapuhan

Setiap detik dzikir kau ucapkan
Tilawah Al-Quran tak pernah kau lewatkan
Hidupmu hanya kepasrahan
Penantian sebuah panggilan

Kecerian tetap kau perlihatkan
Menutupi setiap kesedihan
Berdoa selalu kau panjatkan
Demi kebahagian anak cucu dan semua keturunan

Sabtu, 04 November 2017

Cerpen-misteri sebuah pelatihan

MISTERI SEBUAH PELATIHAN

Rina terdiam dalam sepinya malam yang semakin larut.  Tetesan air matalah yang setia menemaninya. Kejadian tadi siang masih terngiang di telinganya. Dia tidak mengira akan mendapatkan teguran seperti itu dari atasannya. Rina mulai mengingat-ingat apa kesalahannya dan bagaimana hal itu bisa terjadi. Dia menerawang mengingat kejadian demi kejadian

Hari yang cerah, di jam istirahat,Rina melihat laptopnya. Dia mengecek email, ada beberapa email yang belum dibacanya. Satu demi satu email dibacanya. Ada satu email spesial yang tidak terduga masuk. Sebuah pelatihan gratis tentang  public speaking dari sebuah institusi ternama. “Oh Alhamdulilah, Aku lolos seleksi dan dapat undangan ikut pelatihan”. Sebuah kalimat yang diucapkannya dalam hati. Terlihat disana waktu pelatihan 3 hari pada jam kerja. Hati Rina mulai galau, jam kerja bagaimana ijinnya, aku coba ijin aja deh siapa tahu diijinkan.pikirnya. Rina pun mendekati bagian personalia memberanikan diri untuk meminta ijin. Dia mengetuk pintu atasannya. Sebuah suara terdengar dari dalam “ siapa?, masuk”. Rina membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.” Maaf Pak, saya dapat undangan pelatihan, boleh saya ijin 3 hari tidak kerja?”.  Pak Dadang atasannya yang terkenal galak dan super disiplin, menatap wajahnya. “ “Rina, kewajiban kamu di sini adalah sebagai bagian staff pemasaran, kalau kamu ijin 3 hari tidak kerja penjualan produk bisa turun. Lagian apa sih manfaatnya ikut pelatihan public speaking?. Maaf saya tidak bisa ngijinkan kamu. Kamu bagus ikut pelatihan, tapi jangan sampai menggangu tugas utama kamu. Boleh ikut pelatihan tapi pas hari libur jangan gunakan waktu kerja”. Jawab pak Dadang.

Hati Rina kecewa, Dia ingin sekali ikut pelatihan tersebut, dia memberanikan diri berbicara kepada atasannya “ maaf Pak, public speaking itu penting untuk  memudahkan saya memikat hati pembeli, memang saya libur 3 hari, tapi dengan ikut pelatihan ini semoga penjualan produk kita bisa meningkat Pak”. Rina menjelaskan alasannya pentingnya ikut pelatihan tersebut. “ Maaf Rina, saya tidak setuju dengan pendapat kamu. Ya sudah coba kamu ijin pak direktur saja”. Jawab Pak Dadang. “ oh gitu, ya Pak, ya sudah terimakasaih ya Pak”. Rina pun meninggalkan ruangan atasannya. Dia berniat ijin ke direkturny tapi direkturnya sedang ada rapat diluar kantor. Dia pun memutuskan untuk berbicara besok.

Hari yang dinantipun tiba, Rina menata setiap kata dalam hati untuk meminta ijin kepada direkturnya. Dia mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan direkturnya. “ maaf Pak, bisa saya bicara?”. Oh iya silahkan, kenapa Rina ?. maaf Pak, saya mau minta ijin 3 hari tidak kerja karena mau ikut pelatihan public speaking”. “ Pelatihan, bagus itu. Saya pada dasarnya mengijinkan saja, Kamu kan masih muda. Itu juga bagus untuk perkembangan karir kamu,tapi beberapa tugas tolong kamu delegasikan ke teman mu ya”. “ oh, Iya Pak,terimakasih”. Hati Rina senang, dia tidak menyangka Pak direktur akan mengijinkannya pergi. Rina pun merapihkan beberapa pekerjaannya dan menitipkan tugas yang ditinggalkannya pada temannya.

Tiga hari berlalu, Rina pulang ke kantornya setelah ikut pelatihan. Dia bekerja seperti biasanya. Tiba-tiba temannya Siska berkata “ Rin, dipanggil Bapak Komisaris tuh , kemarin Dia ke sini kunjungan kerja. Kamu tidak ada”.  “ Bapak komisaris?, oh iya terimakasih Sis”. Rinapun menghadap “ maaf Pak, Bapak memanggil Saya?”. “ duduk Rina, bagaimana pelatihannya?. Tanya Pak Irwan komisaris Rina.” Alhamdulilah berjalan baik Pak”. “ Maaf Rina, Saya mendapatkan aduan yang jelek tentang kinerja kamu, kamu sering bolos kerja untuk ikut pelatihan dan sering  internetan pada jam kerja”. mendengar perkataan Pak Irwan, hati Rina sangat sedih. Siapa yang mengadukan. Kok bisa ya. “ maaf Pak,Saya ikut pelatihan baru kemarin saja dan sudah dapat ijin dari pak direktur. Saya memang sering ikut pelatihan tapi itu kan diutus oleh kantor utuk pergi.sayainternetan juga pada jam istirahat”. “ Ya, kalau bisa mulai sekarang Kamu jangan sering ikut pelatihan, berikan kesempatan ke yang lain, hasil penjualan produk juga tidak meningkat, apa sih manfaatnya ikut pelatihan kalau penjualan tidak ada peningkatan”. ‘ Iya Pak, Saya mengerti”. “ ya sudah,silahkan kembali bekerja”.
Rina keluar dari ruangan Pak Komisariat, Dia lari ke toilet dan menangis. Siapa yang mengadukan yang tidak-tidak tentang dirinya. Dunia kerja memang penuh persaingan, tapi Rina tidak menyangka teman sekantornya ada yang setega itu menjelekannya dirinya. Rina hanya bisa menangis dan mencoba menahan diri untuk tidak ikut pelatihan lagi. Mungkin itu yang terbaik baginya. Siapa yang melaporkannya apakah teman atau atasannya dia tidak mau tahu dan tidak perduli. Biar pelapornya menjadi sebuah misteri yang tidak akan pernah terungkap.


Pentingnya IQ,EQ dan SQ

PENTINGNYA
INTELLIGENCE , EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIEN (IESQ)

Setiap manusia pasti ingin hidup sukses dan bahagia. Berbagai cara dilakukan untuk mencapainya. Jalan baik dan buruk kadang tidak diperdulikan, asalkan tujuan tercapai.  Menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan  tentu bukan jalan yang tepat. Kebahagian yang dirasakan hanya sesaat dan akan berujung penyesalan.
Kecerdasan intelegensi, emosi dan spiritual penting digunakan, sehingga kita tidak salah jalan dalam mencapai kesuksesan dan kebahagian. Apa kecerdasan intelejensi, emosi dan spiritual dan bagaimana mengelolanya akan coba saya jelaskan dari berbagai referensi yang saya baca.
Intelligence Quotien (IQ)
IQ merupakan kecerdasan intelektual yang mengukur kemampuan kognitif seseorang. Inti kecerdasan intelektual adalah otak, yang memiliki bermilyar sel otak yang saling berhubungan. Meskipun ukurannya sangat kecil, otak memiliki kemampuan menyimpan banyak memori dan dapat bertahan sangat lama. Kecerdasan intelektual sangat berhubungan dengan daya tangkap seseorang dalam mengingat dan memahami suatu ilmu pengetahuan. Daya ingat atau kecerdasan intelegensi ini dipengaruhi oleh faktor keturunan dan juga zat gizi yang terdapat dalam makanan. Manusiay ang memiliki IQ tinggi biasanya dijuluki orang pintar ataucerdas.

Emotional Quotien (EQ)
Menurut Daniel Goelman (1995) setiap manusia memiliki pikiran rasional yang digerakan oleh IQ dan pikiran emosional yang digerakan oleh EQ. Goelman juga mengatakan bahwa kesuksesan seseorang 20% ditentukan oleh IQ dan 80 % oleh EQ. Jadi apakah EQ itu, mengapa begitu penting peranannya?. EQ merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengendalikan emosinya serta mengenali dan memahami emosi orang lain. Contoh emosi adalah perasaan sedih, senang, benci, marah,takut, kecewa dan sebagainya. Seseorang yang memiliki EQ baik, akan dapat menguasai dirinya dan dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain. Dia mampu mengelola emosinya baik dalam suasanas enang maupun  tidak senang.

Spiritual Quotien (SQ)
Kecerdasan yang ketiga yaitu SQ, merupakan kecerdasan yang tidak kalah pentingnya dengan dua kecerdasan yang lain. Menurut Ari Ginanjar (2007) SQ adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setaip perilaku kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah menuju manusia seutuhnya atau hanif. Adapun menurut Toto Tasmara kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang untuk mendengarkan suara hati nuraninya, baik, buruk dan rasa moral dalam cara menempatkan diri dari pergaulan. Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa SQ merupakan kecerdasan tertinggi dari diri manusia yang dapat mengelola intelegensi dan emosinya, sehingga ditemukan nilai ibadah dalam setiap aktivitasnya untuk mencapai kebahagian hakiki. SQ tidak akan tercapai tanpa adanya IQ dan EQ. Kerjasama yang baik antara IQ, EQ dan SQ dapat menciptakan manusia yang sehat secara fisik, cerdas secara akal, santun dan pemurah hatinya.